Pertarungan Eksfoliasi: Fisik atau Kimia—Mana yang Dibutuhkan Kulit Anda?
|
|
4 min
|
|
4 min
Saat berbicara tentang mendapatkan kulit yang bersinar dan halus, eksfoliasi adalah hal yang tidak bisa dinegosiasikan. Tetapi dengan begitu banyak metode eksfoliasi yang ada, pertanyaan besar tetap—haruskah Anda memilih fisik atau kimia? Keduanya dapat memberikan kilau yang dicari, namun mereka bekerja dengan cara yang sangat berbeda. Memahami metode mana yang paling cocok untuk kulit Anda dapat membuat perbedaan besar antara kulit yang cerah dan sehat dan yang merah, iritasi, atau terlalu terkelupas.
Dalam panduan ini, kami akan membahas secara mendalam tentang ilmu eksfoliasi, kelebihan dan kekurangan masing-masing tipe, serta cara mengintegrasikannya ke dalam rutinitas Anda untuk kesehatan kulit jangka panjang.
Eksfoliasi adalah proses menghilangkan sel kulit mati dari permukaan kulit Anda. Kulit kita secara alami mengelupas sel-sel ini setiap 28–30 hari, tetapi dengan faktor seperti polusi, stres, dan penuaan, proses ini bisa melambat. Hasilnya? Kulit kusam, kasar, atau tidak merata teksturnya.
Eksfoliasi rutin membantu untuk:
Meningkatkan penyerapan produk
Membersihkan pori-pori dan mengurangi komedo hitam
Meningkatkan kilau
Meratakan warna kulit
Merangsang produksi kolagen
Namun tidak semua eksfolian diciptakan sama—yang membawa kita ke dua pesaing kita: eksfolian fisik dan kimia.
| Tipe | Cara Kerjanya | Bahan Umum | Terbaik Untuk |
|---|---|---|---|
| Eksfoliasi Fisik | Menggunakan partikel kecil atau alat untuk mengelupas sel kulit mati secara manual | Gula, garam, ampas kopi, butiran jojoba, kuas | Kulit normal hingga berminyak |
| Eksfoliasi Kimia | Menggunakan asam atau enzim untuk melarutkan sel kulit mati tanpa gesekan | AHA (glikolik, asam laktat), BHA (asam salisilat), PHA, enzim buah | Kulit kering, sensitif, atau berjerawat |
Setiap metode memiliki manfaat unik dan potensi kekurangan. Memilih yang tepat tergantung pada jenis kulit, tujuan, dan tingkat toleransi Anda.
Eksfolian fisik telah ada selama berabad-abad. Dari scrub bubuk beras hingga sikat wajah, mereka mengandalkan gesekan fisik untuk mengangkat sel mati.
Keunggulan:
Kelembutan instan setelah satu kali penggunaan
Meningkatkan sirkulasi dan memberikan kilau langsung
Bagus untuk mereka yang menikmati pengalaman taktil seperti spa
Kekurangan:
Dapat keras jika digunakan berlebihan
Mungkin menyebabkan mikrorobekan, terutama jika menggunakan scrub kasar atau kulit kenari
Tidak cocok untuk kulit sensitif atau berjerawat
Jika Anda menyukai tampilan yang langsung halus, pilih scrub lembut dengan partikel bulat seperti butiran jojoba. Selalu aplikasikan dengan tekanan ringan dan jangan lebih dari dua kali seminggu.
Eksfolian kimia adalah pengubah permainan dalam perawatan kulit modern. Alih-alih menggosok, mereka melarutkan ikatan yang mengikat sel mati, memungkinkan mereka mengelupas secara alami.
Jenis Eksfolian Kimia:
AHA (Asam Alpha Hidroksi): Terbaik untuk kulit kering atau kusam; mereka melembapkan sambil meratakan permukaan kulit. Contohnya termasuk asam glikolat, asam laktat, dan asam mandelat.
BHA (Asam Beta Hidroksi): Larut dalam minyak dan ideal untuk kulit berminyak atau berjerawat. Asam salisilat menembus jauh ke dalam pori-pori untuk menghilangkan penumpukan.
PHA (Asam Polihidroksi): Yang paling lembut; mereka mengelupas sambil memberikan hidrasi dan perlindungan antioksidan—sempurna untuk kulit sensitif.
Keunggulan:
Menawarkan eksfoliasi yang lebih dalam dengan iritasi yang lebih sedikit (ketika digunakan dengan benar)
Meningkatkan garis halus, tekstur, dan warna tidak merata seiring waktu
Meningkatkan pergantian sel untuk kilau yang tahan lama
Kekurangan:
Penggunaan berlebihan dapat menyebabkan sensitivitas atau kekeringan
Memerlukan perlindungan matahari yang konsisten karena kulit menjadi lebih sensitif terhadap cahaya
Jenis Kulit |
Jenis Eksfoliasi Terbaik |
Frekuensi yang Disarankan |
Catatan |
|---|---|---|---|
Kering |
Eksfolian kimia berbasis AHA (misalnya, asam laktat) |
1–2 kali seminggu |
Hindari scrub kasar yang menghilangkan kelembapan |
Berminyak |
BHA (asam salisilat) atau scrub fisik yang lembut |
2–3 kali seminggu |
Fokus pada membersihkan pori-pori dan mengurangi kilap |
Kombinasi |
Campuran keduanya (hari bergantian) |
2 kali seminggu |
Tangani zona berminyak dengan BHA, zona kering dengan AHA |
Sensitif |
Eksfolian PHA atau enzim |
Seminggu sekali |
Hindari scrub berbasis gesekan sama sekali |
Normal |
Kedua metode |
1–2 kali seminggu |
Pantau respons kulit dan sesuaikan sesuai kebutuhan |
1. Mulai dengan Kanvas Bersih
Selalu bersihkan wajah sebelum melakukan eksfoliasi. Ini menghilangkan minyak dan kotoran di permukaan, sehingga eksfolian dapat bekerja secara efektif.
2. Oleskan dengan Lembut
Jika menggunakan scrub, pijat dengan gerakan melingkar ringan. Untuk asam, aplikasikan dengan kapas atau jari dan biarkan meresap—tidak perlu digosok.
3. Rehidrasi dengan Kelembapan
Lanjutkan dengan serum melembapkan atau krim menenangkan yang mengandung bahan seperti asam hyaluronic, ceramides, atau panthenol.
4. Tutup dan Lindungi
Selalu akhiri rutinitas Anda dengan SPF di siang hari. Kulit yang telah dieksfoliasi lebih rentan terhadap kerusakan UV.
Over-ekskfoliasi: Ini dapat merusak barrier kulit Anda, menyebabkan kulit kering dan iritasi.
Mencampur bahan aktif yang kuat: Hindari lapisan retinol, vitamin C, atau asam dalam rutinitas yang sama kecuali kulit Anda sudah terbiasa.
Mengabaikan SPF: Melewatkan tabir surya menghilangkan manfaat eksfoliasi dan dapat memperburuk pigmentasi.
Eksfoliasi sangat penting untuk menjaga kulit yang cerah dan muda—tetapi keseimbangan adalah kunci. Baik eksfoliasi fisik maupun kimia memiliki tempatnya dalam rutinitas perawatan kulit. Rahasianya terletak pada memahami kebutuhan unik kulit Anda dan menghormati batasannya. Mulailah perlahan, konsisten, dan selalu hidrasi serta lindungi kulit Anda setelahnya.
Sebagian besar jenis kulit mendapatkan manfaat dari eksfoliasi 1–3 kali seminggu. Kulit sensitif harus mulai dengan sekali seminggu dan menyesuaikan berdasarkan toleransi.
Ya, tetapi tidak dalam rutinitas yang sama. Bergantian antara keduanya untuk menghindari over-ekskfoliasi dan iritasi.
Kekakuan, kemerahan, sensasi terbakar, dan pengelupasan menunjukkan Anda telah terlalu jauh. Hentikan eksfoliasi dan fokus pada perbaikan barrier sampai kulit Anda pulih.
Waktu malam adalah yang terbaik, karena kulit Anda beregenerasi semalaman. Selalu gunakan SPF keesokan harinya jika Anda melakukan eksfoliasi di malam hari.
Ya. AHAs dan BHAs meningkatkan pergantian sel, membantu memudarkan noda hitam dan meratakan tekstur kulit seiring waktu.