7 Common Sunscreen Myths That Are Damaging Your Skin

7 Mitos Umum Tentang Tabir Surya yang Merusak Kulit Anda

Jennifer

|

|

10 min

Ketika datang ke perlindungan kulit dari matahari, banyak dari kita yang salah informasi. Kesalahpahaman tentang tabir surya dapat menyebabkan perlindungan yang tidak memadai, yang berujung pada kerusakan kulit dan potensi masalah kesehatan serius. Dengan begitu banyak mitos seputar tabir surya, sulit untuk mengetahui mana yang benar dan mana yang tidak. Artikel ini akan membantah mitos populer tentang tabir surya dan memberikan Anda pengetahuan untuk melindungi kulit secara efektif.

Mitos 1: Semua Tabir Surya Bekerja dengan Cara yang Sama

Banyak orang percaya bahwa semua tabir surya dibuat sama, tetapi kenyataannya tidak bisa lebih salah. Pada kenyataannya, tabir surya bekerja dengan cara yang berbeda tergantung pada bahan aktifnya.

Tabir Surya Kimia vs. Fisik

Tabir surya dapat dikategorikan secara umum menjadi dua jenis: kimia dan fisik. Tabir surya kimia menyerap radiasi UV dan mengubahnya menjadi panas, yang kemudian dilepaskan dari kulit. Sebaliknya, tabir surya fisik (juga dikenal sebagai tabir surya mineral) bekerja dengan menciptakan penghalang fisik di permukaan kulit yang memantulkan sinar UV.

Tabir surya kimia mengandung bahan seperti oxybenzone dan avobenzone, yang menyerap radiasi UV. Mereka sering dipilih karena teksturnya yang ringan dan mudah digunakan. Tabir surya fisik, yang mengandung zinc oxide atau titanium dioxide, memberikan penghalang fisik yang memantulkan sinar UV. Mereka umumnya direkomendasikan untuk kulit sensitif atau digunakan pada anak-anak.

Keunggulan dan Kelemahan dari Berbagai Formulasi

Kedua jenis tabir surya memiliki keunggulan dan kelemahan. Tabir surya kimia seringkali lebih estetis tetapi dapat menyebabkan iritasi kulit pada beberapa orang. Tabir surya fisik menawarkan perlindungan spektrum luas dan cenderung tidak menyebabkan iritasi kulit, tetapi dapat meninggalkan residu yang terlihat. Memahami perbedaan ini penting untuk memilih tabir surya yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Saat memilih tabir surya, pertimbangkan jenis kulit, aktivitas, dan preferensi pribadi Anda. Apakah Anda memilih tabir surya kimia atau fisik, yang terpenting adalah menggunakannya secara konsisten dan benar.

Mitos 2: Tidak Penting Jenis Tabir Surya yang Saya Pilih

Anggapan bahwa sembarang tabir surya akan cukup adalah kesalahpahaman umum yang dapat berakibat serius bagi kesehatan kulit. Dengan banyaknya pilihan yang tersedia, memahami perbedaan di antaranya sangat penting untuk perlindungan dari sinar matahari yang efektif.

Berbagai Bentuk Tabir Surya

Tabir surya hadir dalam berbagai bentuk, termasuk lotion, stik, bedak, dan semprotan. Setiap jenis memiliki manfaat unik dan cocok untuk berbagai aktivitas dan jenis kulit. Misalnya, lotion bersifat serbaguna dan dapat digunakan di wajah maupun tubuh, sementara stik sangat cocok untuk mengaplikasikan tabir surya ke area tertentu seperti hidung atau telinga tanpa berantakan.

Mencocokkan Jenis Tabir Surya dengan Aktivitas dan Jenis Kulit

Saat memilih tabir surya, penting untuk mempertimbangkan tingkat aktivitas dan jenis kulit Anda. Misalnya, jika Anda akan berada di air atau berkeringat deras, tabir surya tahan air adalah keharusan. Untuk pemilik kulit berminyak, disarankan menggunakan tabir surya yang ringan atau tidak menyumbat pori-pori agar tidak menyumbat pori-pori. Berikut panduan singkat untuk membantu Anda mencocokkan jenis tabir surya yang tepat dengan gaya hidup Anda.


Jenis Tabir Surya Terbaik Untuk Manfaat Utama
Lotion Penggunaan umum pada wajah dan tubuh Melembapkan, mudah digunakan
Stik Aplikasi yang ditargetkan, pengulangan aplikasi Nyaman, tanpa berantakan
Bedak Pengulangan di atas makeup Mudah digunakan ulang tanpa berantakan
Semprotan Aplikasi cepat pada area luas Cepat, mudah digunakan pada anak-anak dan area berambut

Sebagai kesimpulan, jenis tabir surya yang Anda pilih memang penting. Dengan memahami berbagai bentuk tabir surya dan menyesuaikannya dengan aktivitas dan jenis kulit Anda, Anda dapat memastikan perlindungan terbaik. 

Mitos 3: Anda Tidak Perlu Tabir Surya pada Hari Berawan atau Sejuk

Gagasan bahwa hari berawan atau sejuk membebaskan kita dari penggunaan tabir surya adalah kesalahpahaman yang berbahaya. Banyak dari kita mengaitkan kerusakan akibat matahari dengan kehangatan dan visibilitas matahari, tetapi radiasi UV dapat menembus awan, sehingga perlindungan matahari diperlukan bahkan pada hari mendung.

Bagaimana Sinar UV Menembus Awan

Radiasi UV tidak secara signifikan terhalang oleh awan. Hingga 80% radiasi UV matahari dapat melewati awan, tergantung pada ketebalan dan jenisnya. Ini berarti bahwa bahkan pada hari berawan, kulit Anda terpapar sejumlah besar radiasi UV, yang dapat menyebabkan sengatan matahari, penuaan dini, dan peningkatan risiko kanker kulit.

Risiko Kerusakan Matahari Sepanjang Tahun

Kerusakan akibat matahari tidak terbatas pada cuaca cerah atau hangat. Pemaparan matahari sepanjang tahun berkontribusi pada kerusakan kumulatif yang dapat menyebabkan masalah kulit seiring waktu. Terlepas dari suhu atau awan, menggunakan tabir surya setiap hari sangat penting untuk mencegah kerusakan jangka panjang.

Pertimbangan Musiman untuk Perlindungan Matahari

Meskipun risiko kerusakan akibat matahari ada sepanjang tahun, aktivitas dan kondisi musiman dapat mempengaruhi seberapa banyak perlindungan yang Anda perlukan. Misalnya, selama olahraga musim dingin atau kegiatan di luar ruangan di salju, sinar UV dapat dipantulkan dari salju, meningkatkan paparan. Demikian pula, di musim panas, re-aplikasi tabir surya yang lebih sering mungkin diperlukan karena berkeringat. Memahami faktor-faktor ini dan menyesuaikan strategi perlindungan matahari Anda dapat membantu memastikan kulit tetap terlindungi sepanjang tahun.

Mitos 4: Orang dengan Kulit Gelap Tidak Perlu Tabir Surya

Meskipun benar bahwa melanin memberikan tingkat perlindungan terhadap sinar matahari, itu tidak cukup untuk melindungi sepenuhnya dari kerusakan akibat matahari. Melanin, pigmen yang bertanggung jawab atas warna kulit, berfungsi sebagai tabir surya alami dengan menyerap radiasi UV. Namun, perlindungan alami ini tidak cukup untuk mencegah semua bentuk kerusakan akibat matahari.

Perlindungan yang Diberikan oleh Melanin

Melanin memang menawarkan perlindungan tertentu terhadap radiasi UV, yang dapat menyebabkan sengatan matahari dan kerusakan kulit. Individu dengan warna kulit yang lebih gelap memiliki konsentrasi melanin yang lebih tinggi, yang mengurangi risiko sengatan matahari dan kanker kulit dibandingkan mereka yang berkulit lebih terang. Namun, ini tidak berarti mereka sepenuhnya terlindungi.

Risiko Kerusakan Akibat Sinar Matahari untuk Semua Warna Kulit

Kerusakan akibat sinar matahari adalah risiko bagi semua orang, terlepas dari warna kulit. Meskipun orang dengan kulit lebih gelap mungkin kurang berisiko terbakar sinar matahari, mereka tetap bisa mengalami kerusakan lain akibat sinar matahari, termasuk penuaan dini dan kanker kulit. Ini adalah kesalahpahaman bahwa kulit yang lebih gelap sepenuhnya terlindungi dari risiko ini.

Menemukan Tabir Surya yang Tepat untuk Warna Kulit Lebih Gelap

Bagi individu dengan warna kulit yang lebih gelap, tetap penting untuk menggunakan tabir surya sebagai bagian dari rencana perlindungan dari sinar matahari yang komprehensif. Cari tabir surya yang diberi label "spektrum luas" dan memiliki SPF 30 atau lebih tinggi. Beberapa tabir surya juga diformulasikan agar lebih estetis secara kosmetik, artinya mereka tidak akan meninggalkan residu yang terlihat pada kulit yang lebih gelap. Menggunakan tabir surya yang tepat dapat membantu melindungi dari kerusakan akibat sinar matahari, terlepas dari warna kulit. Ini tentang menemukan produk yang cocok untuk Anda dan menggunakannya secara konsisten.

Mitos 5: Makeup dengan SPF Cukup Melindungi

Meskipun makeup dengan SPF menawarkan tingkat perlindungan tertentu, ini bukan pengganti tabir surya khusus. Banyak orang mengandalkan foundation atau pelembap harian mereka dengan SPF untuk melindungi kulit dari sinar matahari, tetapi pendekatan ini memiliki keterbatasan.

Keterbatasan SPF dalam Kosmetik

Produk makeup dan kosmetik dengan SPF sering kali tidak memberikan tingkat perlindungan yang sama dengan tabir surya khusus. Penilaian SPF dalam kosmetik mungkin tidak setinggi dalam tabir surya, dan jumlah aplikasi biasanya tidak cukup untuk mencapai tingkat SPF yang tertera. Selain itu, frekuensi pengulangan, yang penting untuk perlindungan berkelanjutan, tidak praktis dilakukan dengan makeup.

Mengapa Tabir Surya Khusus Sangat Penting

Tabir surya khusus dirancang untuk memberikan perlindungan spektrum luas dengan SPF yang lebih tinggi, membuatnya lebih efektif terhadap sinar UVA dan UVB. Dirancang untuk digunakan secara melimpah dan diulang secara teratur, memastikan perlindungan yang konsisten sepanjang hari. Dermatolog merekomendasikan menggunakan tabir surya terpisah karena memungkinkan cakupan yang lebih menyeluruh dan perlindungan yang lebih baik.

Cara Layering Tabir Surya dengan Makeup

Untuk mendapatkan perlindungan terbaik, gunakan tabir surya khusus sebagai lapisan pertama di kulit Anda. Biarkan menyerap sepenuhnya sebelum mengaplikasikan makeup. Anda dapat menggunakan pelembap dengan SPF, tetapi diikuti dengan tabir surya khusus untuk perlindungan optimal. Saat layering, mulai dengan tabir surya yang ringan, diikuti oleh makeup Anda. Ini memastikan kulit Anda terlindungi tanpa mengorbankan tampilan makeup. Dengan memahami batasan SPF dalam kosmetik dan menggunakan tabir surya khusus, Anda dapat menikmati perlindungan dari sinar matahari yang lebih baik. Belajar cara layering tabir surya dengan makeup secara efektif akan membantu Anda menjaga kesehatan kulit sambil tampil menawan.

Mitos 6: Anda Tidak Perlu Mengulang Pemakaian Tabir Surya Jika SPF50 atau Tahan Air

Gagasan bahwa SPF tinggi atau tabir surya tahan air menghilangkan kebutuhan untuk pengulangan pemakaian yang sering adalah kesalahpahaman umum. Banyak konsumen percaya bahwa setelah mereka mengaplikasikan SPF tinggi atau tabir surya tahan air, mereka terlindungi untuk waktu yang lama, terlepas dari aktivitas mereka.

Memahami Label "Tahan Air"

"Tahan air" pada label tabir surya bisa menyesatkan. Meskipun produk ini dirancang untuk tetap menempel di kulit lebih lama saat Anda berkeringat atau berenang, mereka tidak sepenuhnya tahan air atau keringat. FDA mengatur klaim ini, mewajibkan produsen menunjukkan berapa lama tabir surya tetap efektif saat berenang atau berkeringat - biasanya selama 80 atau 40 menit. Penting untuk mengulang pemakaian tabir surya setelah periode ini atau setelah mengelap dengan handuk.

Mengapa SPF Lebih Tinggi Tidak Berarti Perlindungan Lebih Lama

Peringkat SPF yang lebih tinggi tidak berarti tabir surya bertahan lebih lama di kulit Anda. SPF mengukur perlindungan terhadap sinar UVB, bukan durasi perlindungan. SPF50 menawarkan perlindungan yang lebih besar terhadap sengatan matahari daripada SPF30, tetapi itu tidak berarti Anda bisa menunggu lebih lama untuk mengulang pemakaian. Durasi perlindungan yang sebenarnya tergantung pada berbagai faktor, termasuk jenis kulit, aktivitas, dan seberapa baik tabir surya diaplikasikan.

Praktik Terbaik untuk Pengulangan Pemakaian

Untuk menjaga perlindungan matahari yang cukup, ulangi pemakaian tabir surya setiap dua jam atau segera setelah berenang atau berkeringat. Gunakan cukup tabir surya untuk menutupi seluruh kulit yang terbuka - sekitar satu ons per pemakaian untuk orang dewasa. Bagi mereka yang berkulit cerah atau menghabiskan banyak waktu di luar ruangan, pengulangan pemakaian yang lebih sering mungkin diperlukan.


Aktivitas Interval Pengulangan Pemakaian
Duduk di tempat teduh atau di dalam ruangan Setiap 2 jam
Berenang atau berkeringat Setelah 80 atau 40 menit, atau sesuai petunjuk pada label
Mengelap dengan handuk Segera setelah

Dengan memahami batasan dari tabir surya "tahan air" dan SPF tinggi, serta mengikuti praktik terbaik untuk pengulangan pemakaian, Anda dapat menikmati matahari dengan aman sambil melindungi kulit dari kerusakan.

Mitos 7: Anda Perlu Paparan Matahari Tanpa Tabir Surya untuk Mendapatkan Vitamin D yang Cukup

Gagasan bahwa Anda perlu mengekspos kulit ke matahari tanpa tabir surya untuk mendapatkan cukup vitamin D adalah mitos yang perlu diluruskan. Vitamin D adalah nutrisi penting yang berperan krusial dalam kesehatan tulang dan fungsi kekebalan tubuh. Meskipun benar bahwa paparan matahari memicu produksi vitamin D di kulit, jumlah paparan yang dibutuhkan sering disalahpahami.

Berapa Banyak Paparan Matahari yang Sebenarnya Dibutuhkan untuk Vitamin D

Penelitian menunjukkan bahwa hanya 10-15 menit paparan sinar matahari di wajah, lengan, dan kaki beberapa kali seminggu sudah cukup bagi kebanyakan orang untuk memproduksi cukup vitamin D. Namun, hal ini dapat bervariasi tergantung faktor seperti warna kulit, usia, dan waktu dalam sehari.

Sumber Alternatif Vitamin D

Untungnya, vitamin D tidak hanya diperoleh melalui paparan sinar matahari. Sumber makanan dan suplemen juga dapat menyediakan nutrisi penting ini. Makanan kaya vitamin D meliputi ikan berlemak seperti salmon dan makarel, produk susu yang diperkaya, dan beberapa sereal. Untuk individu yang kekurangan atau memiliki paparan sinar matahari terbatas, suplemen bisa menjadi alternatif yang efektif.

Menyeimbangkan Kebutuhan Vitamin D dengan Perlindungan Kulit

Dimungkinkan untuk menjaga kadar vitamin D yang cukup sambil melindungi kulit dari sinar matahari. Pendekatan seimbang meliputi paparan sinar matahari secara moderat, penyesuaian diet, dan suplemen jika diperlukan. Berikut panduan sederhana untuk membantu Anda menyeimbangkan kebutuhan vitamin D dengan perlindungan kulit:


Sumber Vitamin D Deskripsi Manfaat
Paparan Sinar Matahari 10-15 menit di wajah, lengan, dan kaki beberapa kali seminggu Produksi vitamin D alami
Sumber Makanan Ikan berlemak, produk susu yang diperkaya, sereal Asupan vitamin D tambahan
Suplemen Konsultasikan dengan profesional kesehatan Efektif untuk individu yang kekurangan

Dengan memahami fakta tentang vitamin D dan paparan sinar matahari, Anda dapat menikmati manfaat nutrisi penting ini sambil menjaga kulit tetap terlindungi.

Kesimpulan

Memahami kebenaran tentang tabir surya sangat penting untuk menjaga kulit yang sehat dan terlindungi. Dengan membongkar mitos tabir surya yang umum, Anda dapat membuat keputusan yang tepat tentang rutinitas perlindungan dari matahari Anda. Pentingnya perlindungan dari matahari tidak bisa diremehkan, karena berperan penting dalam mencegah kerusakan kulit dan mengurangi risiko kanker kulit.


Untuk mencapai perlindungan dari sinar matahari yang optimal, pilihlah tabir surya spektrum luas dengan tingkat SPF yang sesuai untuk jenis kulit dan aktivitas Anda. Ketahui berbagai jenis tabir surya yang tersedia, termasuk formulasi kimia dan fisik, serta pahami cara mengaplikasikannya dengan benar. Penggunaan kembali secara rutin juga sangat penting, karena memastikan perlindungan berkelanjutan terhadap sinar UV. Dengan memperhatikan mitos tabir surya dan mengambil pendekatan proaktif terhadap kesehatan kulit, Anda dapat menikmati sinar matahari dengan aman. Jadikan perlindungan dari sinar matahari sebagai kebiasaan, dan Anda akan menuju kulit yang lebih sehat dan tahan banting. Ambil kendali atas kesehatan kulit Anda hari ini dengan membuat pilihan yang tepat tentang perlindungan dari sinar matahari.

FAQ

Apakah semua tabir surya bekerja dengan cara yang sama?

Tidak, tergantung pada bahan aktifnya, tabir surya melindungi kulit Anda dengan cara yang berbeda. Tabir surya kimia menyerap sinar UV, sementara tabir surya fisik, juga dikenal sebagai tabir surya mineral, membentuk penghalang yang memblokir sinar UV agar tidak mencapai permukaan kulit.

Apakah penting jenis tabir surya yang saya pilih?

Ya, berbagai jenis tabir surya menawarkan tingkat perlindungan dan cakupan yang berbeda. Jenis tabir surya yang Anda pilih harus didasarkan pada aktivitas, jenis kulit, dan preferensi pribadi Anda. Penghalang fisik sering direkomendasikan oleh dermatolog untuk perlindungan UV yang lebih menyeluruh.

Apakah saya perlu tabir surya saat hari berawan atau dingin?

Ya, bahkan saat matahari tersembunyi di balik awan, sinar UV tetap bisa mencapai kulit Anda. Awan dapat memungkinkan hingga 80% radiasi UV melewati, sehingga penting untuk memakai tabir surya setiap hari, terlepas dari cuaca.

Apakah orang dengan kulit gelap perlu tabir surya?

Ya, meskipun warna kulit yang lebih gelap secara alami mengandung lebih banyak melanin, yang menawarkan perlindungan bawaan, mereka tetap rentan terhadap kerusakan UV, sengatan matahari, kanker kulit, dan penuaan dini. Setiap orang, tanpa memandang warna kulit, perlu memakai tabir surya.

Apakah makeup dengan SPF cukup sebagai perlindungan dari sinar matahari?

Tidak, makeup dengan SPF memberikan perlindungan dari sinar matahari, tetapi biasanya tidak menawarkan perlindungan yang cukup atau jumlah yang disarankan. Untuk perlindungan optimal, aplikasikan tabir surya khusus terlebih dahulu, lalu lapisi makeup di atasnya.

Apakah saya perlu mengaplikasikan ulang tabir surya jika SPF 50 atau tahan air?

Ya, tabir surya yang tidak tahan air sama sekali tidak tahan terhadap air atau keringat. Bahkan yang diberi label "tahan air" perlu digunakan kembali setiap dua jam, atau setelah berenang atau berkeringat. Penggunaan kembali secara rutin sangat penting untuk perlindungan yang efektif, terlepas dari tingkat SPF.

Apakah saya perlu paparan sinar matahari tanpa tabir surya untuk mendapatkan cukup vitamin D?

Tidak, beberapa menit paparan sinar matahari tanpa sengaja selama aktivitas harian sudah cukup untuk memberikan sebagian besar orang vitamin D yang cukup. Alih-alih melewatkan tabir surya, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter tentang mengonsumsi suplemen vitamin D.